Gejolak remaja terkadang susah untuk dibendung. Tapi, ketika semua
hal yang tidak diinginkan sudah terjadi barulah penyesalan sealu datang
belakangan. Tapi yang terpenting bukanlah menyesali dan tidak berbuat
apa pun. Yang terpenting adalah bagaimana menghadapi dan terus
menyongsong masa depan. Berikut adalah pengalaman pribadi teman lama
saya yang tidak bisa saya bedakan apakah ini semangat baru atau dosa
baru?,,,,
Adalah Tari, seorang mahasiswi yang tinggal
indekos di sebuah rumah serang janda beranak satu. Tari bukanlah
mahasiswi biasa, selain kuliah dia juga bekerja freelance di sebuah
perusahaan ternama di kota itu. karirnya cukup bagus untuk ukuran
seorang mahasiswi yang kuliah sambil bekerja. Tari memiliki teman
indekos bernama Rika. Libur panjang ini Rika mengajak Tari untuk
berlibur di puncak gunung. Tari yang tidak pernah naik gunung pun
tertarik dengan ajakan itu. Tapi ternyata dari sinilah awal cerita buruk
itu. Rika dan Tari ternyata tidak hanya berdua naik gunung tetapi
bersama pacar Rika, Tepu, dan seorang teman Tepu yaitu Sardan, yang sama
sekali tidak dikenal Tari. Singkat cerita, sampailah mereka di puncak
gunung. Entah kenapa Tari begitu terbius oleh pesona Sardan yang
sebenarnya gak ganteng-ganteng amat. setiap apapun yang diminta Sardan
selalu dikabulkan Tari, mulai dari hanya sekedar materi hingga termasuk bercinta.
kondisi ini berjalan hingga sekitar 7 bulan. Orang tua Tari melihat
beberapa keanehan pada diri Tari, hingga akhirnya curiga dan akhirnya
terbongkarlah hal itu dan ternyata Tari sudah hamil 8 minggu. Orang tua
Tari hancur, Tari hancur. Awalnya Tari dan orang tua nya berniat untuk
menikahkan Tari dengan Sardan, tetapi ada hal yang sangan prinsip yang
gak mungkin bisa menyatukan Tari dan Sardan. Hingga akhirnya diambil
keputusan, aborsi. Tari cukup tau resikonya tetapi itu
adalah jalan terbaik untuk masa depan Tari, menurut Tari. Usaha itu
ternyata berhasil dan akhirnya Tari terbebas dari semua. Setelah selesai
kuliah, Tari pindah ke kota yang jauuuuhh sekali dari jangkauan Sardan
karena Sardan memang terus menguber Tari dengan alasan janin yang ada di
perut Tari, yang sudah tidak ada lagi itu. di kota baru tersebut Tari
memulai kehidupan yang bary dengan semangat baru dan tentunya tidak akan
mengulangi kesalahan yang sama. Tari hidup bahagia dengan hidupnya
sekarang dan menjadi orang yang selalu membangkitkan semangat
orang-orang di sekelilingnya yang sedang terpuruk. Tari menjadi jauh
lebih baik.......
mungkin dari cerita diatas
mungkin ada beberapa hal yang dapat kita ambil hikmahnya,, semoga dari
sini kita bisa memetik sesuatu untuk dipelajari,,,,,,,,
Buat teman lamaku yang ada di belahan bumi tertentu, aku doakan semoga kamu mendapatkan apa yang kamu butuhkan,,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar