Sabtu, 21 Januari 2012

Semangat Baru atau Dosa Baru?????

Gejolak remaja terkadang susah untuk dibendung. Tapi, ketika semua hal yang tidak diinginkan sudah terjadi barulah penyesalan sealu datang belakangan. Tapi yang terpenting bukanlah menyesali dan tidak berbuat apa pun. Yang terpenting adalah bagaimana menghadapi dan terus menyongsong masa depan. Berikut adalah pengalaman pribadi teman lama saya yang tidak bisa saya bedakan apakah ini semangat baru atau dosa baru?,,,,

Adalah Tari, seorang mahasiswi yang tinggal indekos di sebuah rumah serang janda beranak satu. Tari bukanlah mahasiswi biasa, selain kuliah dia juga bekerja freelance di sebuah perusahaan ternama di kota itu. karirnya cukup bagus untuk ukuran seorang mahasiswi yang kuliah sambil bekerja. Tari memiliki teman indekos bernama Rika. Libur panjang ini Rika mengajak Tari untuk berlibur di puncak gunung. Tari yang tidak pernah naik gunung pun tertarik dengan ajakan itu. Tapi ternyata dari sinilah awal cerita buruk itu. Rika dan Tari ternyata tidak hanya berdua naik gunung tetapi bersama pacar Rika, Tepu, dan seorang teman Tepu yaitu Sardan, yang sama sekali tidak dikenal Tari. Singkat cerita, sampailah mereka di puncak gunung. Entah kenapa Tari begitu terbius oleh pesona Sardan yang sebenarnya gak ganteng-ganteng amat. setiap apapun yang diminta Sardan selalu dikabulkan Tari, mulai dari hanya sekedar materi hingga termasuk bercinta. kondisi ini berjalan hingga sekitar 7 bulan. Orang tua Tari melihat beberapa keanehan pada diri Tari, hingga akhirnya curiga dan akhirnya terbongkarlah hal itu dan ternyata Tari sudah hamil 8 minggu. Orang tua Tari hancur, Tari hancur. Awalnya Tari dan orang tua nya berniat untuk menikahkan Tari dengan Sardan, tetapi ada hal yang sangan prinsip yang gak mungkin bisa menyatukan Tari dan Sardan. Hingga akhirnya diambil keputusan, aborsi. Tari cukup tau resikonya tetapi itu adalah jalan terbaik untuk masa depan Tari, menurut Tari. Usaha itu ternyata berhasil dan akhirnya Tari terbebas dari semua. Setelah selesai kuliah, Tari pindah ke kota yang jauuuuhh sekali dari jangkauan Sardan karena Sardan memang terus menguber Tari dengan alasan janin yang ada di perut Tari, yang sudah tidak ada lagi itu. di kota baru tersebut Tari memulai kehidupan yang bary dengan semangat baru dan tentunya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Tari hidup bahagia dengan hidupnya sekarang dan menjadi orang yang selalu membangkitkan semangat orang-orang di sekelilingnya yang sedang terpuruk. Tari menjadi jauh lebih baik.......

mungkin dari cerita diatas mungkin ada beberapa hal yang dapat kita ambil hikmahnya,, semoga dari sini kita bisa memetik sesuatu untuk dipelajari,,,,,,,,

Buat teman lamaku yang ada di belahan bumi tertentu, aku doakan semoga kamu mendapatkan apa yang kamu butuhkan,,,, 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar